Namlili

Sebuah kebudayaan dapat menjadi identitas suatu masyarakat atau bahkan sebuah bangsa. Salah satu kebudayaan yang sering dijadikan sebuah identitas bangsa adalah tarian. Tarian mampu membawa nama sebuah kelompok masyarakat maupun sebuah bangsa dalam kanca internasional. Indonesia sebagai salah satu negara dengan ribuan suku bangsa juga memiliki ribuan tarian yang tersebar di seluruh daerah. Maka tak heran bila saat ini berbagai macam tarian diajarkan di sekolah-sekolah, bahkan seni tari sudah dijadikan sebuah ekstrakulikuler di berbagai jenjang pendidikan guna melestarikan jenis kebudayaan tersebut. Salah satu sekolah yang menggiatkan seni tari adalah SMP Islam Ta’allumul Huda Bumiayu dengan dibentuknya sebuah grup tari yang bernama “Namlili”.

            Minggu (25/02) Namlili menyuguhkan jenis tarian gabungan yaitu tarian tradisional dan tarian modern dalam kegiatan SMITH Open House Try Out SD. Personil Namlili yang terdiri dari Nabila, Adelia, Mutia, Lia, Liam adalah siswi-siswi berbakat SMP Islam T.Huda yang memiliki minat tinggi dalam bidang seni dan budaya. Namlili pada kesempatan tersebut mempersembahkan beberapa tampilan salah satunya adalah tarian “Pangastuti”. Tari Pangastuti adalah tarian yang menggambarkan perilaku yang selaras penuh dengan kasih sayang untuk keselamatan hidup di dunia. Tarian ini menunjukkan kepada kita bahwa keselamatan hidup di dunia dapat dicapai jika kita saling berkasih sayang kepada sesama. Penampilan mereka berhasil ditampilkan dengan apik. Selain Tarian Pangastuti Namlili juga menampilkan beberapa tampilan lain di antaranya: modern dance havana, dan menjadi penari latar pelagu “Surat Cinta untuk Starla” yang dipopulerkan oleh Virgoun.

            Dalam menyiapkan acara SMITH Open House Try Out SD Namlili menghabiskan waktu latihan hanya selama 4 hari. Saat ditanya “Apa saja yang dibutuhkan selama proses latihan?”  “Kebutuhan utama yang perlu dipersiapkan adalah stamina dan persipan yang matang” ujar mereka. Grup Namlili bisa dikatakan sebagai grup tari yang mandiri. Mereka mengadakan latihan sendiri dan pembimbing hanya mengarahkan serta memberikan saran-saran tambahan kepada mereka. Di sela-sela latihan pun mereka selalu mengutamakan diskusi seperti bagaimana mengatur gerakan dan bagaimana mengatur blocking panggung. “Kami merasa bangga karena diberi amanat untuk bisa menampilkan yang terbaik, semoga acaranya berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir acara” ujar Liam dan Lia saat ditemui (23/02) di gedung sekolah saat latihan.

(mamake/puresofia)